Solo Backpacker Ke Dieng Dengan Bus Umum

Dieng itu buat saya kota yang tepat untuk mencoba menjadi solo traveler atau solo backpacker. Selain transportasinya yang mudah,harga-harga disana juga relatif murah. Jarak lokasi wisatanya pun berdekatan jadi tidak perlu banyak untuk mengeluarkan ongkos atau berpindah dari angkot satu ke angkot lainya. Pada libur akhir tahun kemarin saya mencoba untuk pergi liburan ke Dieng namun dengan cara yang berbeda. Apanya yang beda ???? yupz saya mau melihat matahari terbit pertama 2018 di puncak bukit Sikunir. Hoorrreeeeeeeeee so sweeeett !!!

Menurut saya,yang enak berkunjung ke Dieng itu dengan cara ala backpacker dan disana nanti bisa menyewa motor untuk keliling Dieng. Meskipun saat ini banyak sekali agen wisata yang menawarkan paket exlpore Dieng yang harganya bersaing,tentunya sobat yang lebih memilih dengan paket wisata Dieng akan di pusingkan dengan itinerary yang di buat oleh pihak sang agen yang terlalu padat. Terkecuali buat sobat yang tidak mau pusing buat/urus itinenary sendiri dan maunya semua serba praktis.

“Tinggal duduk,cekrak-cekrek,upload”

Menjelang Keberangkatan On The Way

Sempat khawatir banget takut gak kebagian bus jurusan Wonosobo,apalagi waktu itu lagi peak season dimana banyak orang yang ingin liburan. Takut gak kebagian tiket seperti kejadian liburan akhir tahun kemarin 2016 waktu liburan ke Magelang.

Kronologinya begini ??? Waktu saya mau liburan akhir tahun 2016 ke Magelang Gunung Andong yang lalu. Saya tidak kebagian tiket bus sama sekali,masa iya di batalkan kan sayang dong !!!! Lalu ada calo yang menawarkan saya tiket bus seharga 200K per orang Mahal bangeettt. Dari pada saya pulang dan batal berangkat akhirnya saya beli juga itu tiket walaupun harganya 2x lipat lebih mahal dari tarif normal. Menurut sang calo bus yang akan saya tumpangi ialah bus pariwisata yang akan mengantarkan saya sampai Jogja,tau-tau bus yang saya tumpangi ialah bus Mayasari bakti ditambah saya juga di turunkan di terminal Purworejo Kampreeettt kan tidak sesuai kesapakatan katanya saya di antarkan sampai jogja tau-tau ????? terus katanya saya naik bus pariwisata,tau-tau ????

“Kalau orang Jakarta pasti tau apa itu bus Mayasari bakti”

Baca selengkapnya : Liburan Akhir Tahun di Gunung andong Magelang

Move on move on ah jangan sampai kejadian mau liburan akhir tahun ini (2017 ke 2018) terulang seperti kejadian tahun kemarin. Bagi kaum backpacker seperti saya yang biasa berangkat dengan bus dari arah Jakarta menuju ke berbagai daerah di Pulau Jawa. Untuk mendapatkan tiket bus itu terasa sulit terutama musim lebaran libur panjang dan musim liburan akhir tahun di tambah dengan kasus harga tiket naik dari pihak agen bus yang nakal.

Dari semalam sebelum hari H,hati sudah galau banget mikirin tiket bus kira-kira dapat tiket atau enggak. Beberapa kali riset sana sini buat cari informasi lebih dalam bus mana saja yang melayani rute Cileungsi-Wonosobo ataupun Cibubur-Wonosobo. Karena lokasi kostan saya di Cileungsi Bogor,jadi saya lebih memutuskan untuk berangkat dari kostan.

Ada 3 agen bus Po favorit warga Jakarta yang melayani rute Jakarta-Wonosobo

Solo Backpacker Ke Dieng
Bus Sinar Jaya
Solo Backpacker Ke Dieng
Bus Rosalia Indah
Solo Backpacker Ke Dieng
Bus Pahala Kencana

Dari ke-3 PO tersebut Sinar Jaya lah yang terfavorit dan termurah bagi kalangan backpacker. Setiap PO pasti punya keunggulan dan kekurangannya masing-masing. Sinar Jaya itu murah tapi lelet dan tidak dapat makan yang murah ngapain berharap dapat makan,bonus tidak ada toilet. Rosalia itu enak,comfort kursinya empuk dapat makan cuma armadanya terbatas tidak sebanyak Sinar Jaya. Terus bagaimana dengan Pahala Kencana,Kalau yang ini saya belum pernah mencobanya ? katanya sih bus cepat dapat makan bantal dan selimut plus free wifi.

Dag Dig Dug

Pagi tiba saya langsung mencari tiket,kesana kemari tapi hasilnya nihil. Dari ke-3 PO tersebut saya sama sekali tidak mendapatka tiket,mau pakai Sinar Jaya namun dari pihak agen mengatakan kalau tiket tidak bisa di pesan,sangat berbeda sekali dengan pihak agen Po bus yang lain. Semantara Pahala Kencana dan Rosalia nasib saya lebih tragis yaitu tidak kebagian tiket. Alamaaaakkkkkk

Muter-muter mencari tiket bus namun tidak dapat,lalu tiba-tiba pihak penjaga agen menawarkan saya tiket bus pariwisata jurusan Wonosobo seharga 140K. Tanpa pikir panjang dari pada saya pusing jadi gila gara-gara tiket akhirnya saya beli.

“Biasanya saat musim libur panjang tiba,terkadang suka ada bus dadakan (pariwisata) dari Jakarta menuju berbagai kota/daerah di pulau Jawa,kalau harga tergantung nasib yah…”

Buat saya 140K untuk sampai Wonosbo tergolong murah hanya selisih 50K dengan Sinar Jaya dan harga itu pun sama dengan Rosalia dan Pahala Kencana. Mungkin jika saya tunda-tunda sambil mencari ke agen lain belum tentu saya dapat,dan mungkin juga harganya semakin sore atau sebelum saya berangkat bisa mencapai 200K yang seperti saya pernah alami liburan tahun yang lalu.

Solo Backpacker Ke Dieng
Penampakan Tiket

“Liat dari penampakan tiket seperti tidak ada keraguan sih,takutnya saya jadi korban penipuan dari jasa penjualan tiket yang tidak bertanggung jawab. Positif ting-ting saja lah yakin saya akan sampai di Wonosbo dengan selamat”

Karena ini perjalanan solo backpacker ke Dieng pertama saya dengan bus umum,banyak sekali barang yang akan saya bawa seperti Tenda,kompor,matras,seleping bag dan berbagai macam logistik. dengan tas caril ukuran 85L. Semuanya saya magament sendiri.

“Sudah kaya mau naik gunung aja bang….!!!”

Alasan saya membawa lengkap peralatan gunung ialah saya ingin merasakan sensasi Camping Di Telaga Cebong,biar irit dari pada mesti menyewa homestay.

Baca Juga : Jalan-Jalan Ke Baduy Yuuk

Are you ready…!!! Jam 3 sore saya langsung menuju agen Sinar Jaya yang sudah saya beli tiket sebelumnya. Loh….Kok ke Sinar Jaya ? Katanya pakai bus pariwisata. Yah…namanya juga bus dadakan (pariwisata) jangan heran kalau bus ini bisa berhenti di agen PO bus mana saja untuk menarik penumpang yang sudah order tiket sebelumnya.

Setibanya saya di agen langsung cari makan dahulu,karena saya sabar dan tawakal naik mobil seperti ini tidak dapat service makan. Sambil menunggu bus saya berharap semoga ketemu rombongan yang mau liburan ke Dieng juga.

“Biasanya kalau saya ke Dieng berangkat dari PO Sinar Jaya Cibitung,sering ketemu atau 1 bus dengan para pendaki yang mau ke Prau,Sumbing dan Sindoro. Rupanya hanya saya sendiri yang paling unyu lengkap dengan tas caril 85L,ya sudah lah………”

Banyak yang heran liat saya membawa tas ukuran segede itu,bahkan lebih heran nya lagi mereka melihat saya sendirian ke Dieng tanpa teman dan pasangan. Mungkin aneh buat mereka,tapi tidak aneh buat saya.

“Loh kok mas sendirian aja ??? Pasangannya mana ???? ucap mereka,saya jawab aja… bawa diri sendiri saja sudah ribet apalagi kalau bawa pasangan,mending sendiri bisa irit. Dasar peliitttt….”

“Eh saya gak pelit ya ? karena belum muhrim you know…. :p”

Sudah 4 jam lamanya saya dan penumpang lain menunggu bus tersebut,menurut pihak sang agen katanya bus akan mendarat jam 4 sore tapi kenyataannya kaki sudah sampai di lalerin kaya begini bus belum datang juga. Saya hanya bisa memaklumi karena ini bus dadakan yang datangnya pasti tidak on time.

Ekspetasi saya bus nya nanti seperti apa ya penampakannya ???,moga-moga bukan seperti bus odong-odong. Dan pada akhirnya walaupun ngaret 4 jam lamanya bus pun mendarat juga di agen.

Solo Backpacker Ke Dieng
Penampakan Bus

Lumayan lah tidak begitu mengecewakan,tampilan luar sama dalam juga oke walaupun formasi seatnya 2-3. Interiornya juga rapih dan bersih,mudah-mudahan saya bisa menikmati perjalanan solo backpacker ke Dieng kali ini.

Beraanggkkaattt…..di temani Nella Kharisma

Sepanjang perjalan bus melaju dengan cepat sambil diringi lagu yang lagi popular saat itu. Siapa lagi kalau bukan Nela Khasrisma full konsert

“Apa salah dan dosaku sayang,cinta suciku kau buang-buang,lihat jurus yang kuberikan jaran goyang-jaran goyan”

“Dam dudidam aku padamu,I love u I can’t stop loving you oh darling,jaran goyang menunggumu” I love u too Nella Kharisma….”

Saking asiknya saya menonton video konser Nella Kharisma yang di persembahkan untuk para penumpang oleh sang supir. Tanpa terasa perjalanan sudah memasuki tol Cipali. Wooow baru kali ini perajalanan lancar padahal ini H-1 menjelang pergantian tahun 2017. Sugesti saya,pasti saya akan terejebak macet di ruas tol Cikarang Utama.

BACA JUGA : Pendakian Gunung Prau Via Patak Banteng Dieng

BACA JUGA : Explore Baduy,Mari Berkenalan Dengan Suku Baduy Luar & Dalam

Beberapa kali bus istirahat di ruas tol Cipali cuma saya tidak begitu memperhatikan di KM berapa,lumayan buat pipis,ngoffe,ngudut,dan update social media tentunya.

“Upadate di sosmed dulu ah biar gak kudet…. On The Way Dieng donk biar kaya orang-orang…..”

Bus tersasar dan mereka pun berdebat

Keluar tol Cipali hingga memasuki kota Jawa Tengah tidak ada hambatan sama sekali,namun ada keselahan teknis miss communication antara kondektur dan driver. Mereka berdebat cuma gara-gara bus tersesat/tersasar di Purwokerto. Mungkin ada kali 30 menit lamanya bus muter-muter di kota Purwokerto

“Baru kali ini saya naik bus tersasar…………!!!!!”

Kata kondektur belok kanan,kata driver lurus,mereka berdebat dengan kerasnya menggunakan bahasa sunda,hingga membangunkan saya yang lagi asik bermimpi karokean dengan Nella Kharisma.

Pada akhinya si kondektur turun dari dalam bus dan langsung menanyakan arah ke salah satu tukang ojek sekitar. Benar saja kalo arah yang di tunjukkan kondektur itu benar. Bus pun kembali mundur dan mengikuti arah yang di arah kan tukang ojek dan kondektur.

Lagi-lagi mereka berdebat dengan kerasnya,tidak ada yang mau mengalah. Ah yasudah lah,saya lebih baik tidur sambil melanjutkan mimpi saya yang lagi asik duet dengan Nella Kharisma.

Tiba di terminal Mendolo Wonosobo,terminal dengan background Sumbing dan Sindoro

Tanpa terasa sudah memasuki kota Wonosobo,saya lihat sekeliling saya hanya tersisa beberapa penumpang saja. Sepertinya penumpang lain sudah turun lebih awal dan kebanyakan turun di daerah Purbalingga dan Banjar. Saya pun pindah ke kursi depan sambil menikmati pemandangan yang nampak dari kejauhan yaitu senyum manis Gunung Sindoro sebelah kiri dan tatapan tajam Gunung Sumbing sebelah kanan. Mata pun jadi seger,belek yang keluar dari dalam mata eh malah kembali lagi ke dalam mata.

Solo Backpacker Ke Dieng
Terminal Mendolo dengan landsacpe gunung Sindoro

Jam 6 pagi waktu setempat,tiba juga di terminal Mendolo Wonosobo. Terminal Mendolo Wosobo ialah terminal terindah buat saya,bukan karena arsitekturnya ? Melainkan indah dengan landscape pemandangan gunung-gunung di Jawa Tengah seperti Prau,Sindoro,Sumbing,Telomoyo dan pegunungan Dieng yang berdiri kokoh menjadi pemandangan yang spektakuler. Selain pemandangan yang menyejukan mata,terminal Mendolo juga sangat terjaga kebersihannya termasuk keamanannya. Buktinya beberapa kali saya ke terminal Mendolo tidak pernah sekalipun saya menemukan pengamen. Penduduk lokal,para pedagang,bahkan para supir disini juga sangat ramah menyambut para pelancong,jadi jangan takut jika berlama-lama di terminal ini.

BACA JUGA : Solo Traveling Ke Jogja

Di terminal ini juga merupakan titik point buat para pendaki yang ingin mendaki Sumbing,Sindoro,Prau ataupun berkunjung sekitaran Dieng. Yang membedakannya hanya transportasi lanjutannya aja. Jika ingin melanjutkan perjalanan menuju Sumbing atau Sindoro langsung saja naik Micro Bus ?. Oia apa itu Micro Bus ????

Micro bus adalah sejenis angkutan bus ukuran kecil yang sudah amat popular di terminal Mendolo Wonosobo. Kalau di Jakarta mirip seperti Metro Mini namun disni ukurannya relatif lebih kecil di karenakan rute atau jalur menuju Dieng itu menanjak. Info yang beredar ? dengar-dengar bus ukuran besar/medium dilarang melintas masuk kawasan dataran tinggi Dieng,terkecuali buat para supir bus yang punya skill dewa buat melintas kawasan dataran tinggi Dieng.

Jika sudah tiba di Dieng,jangan heran kalau banyak Micro Bus yang di sewa/carter oleh agen-agen perjalanan di karenakan itu sendiri,bus ukuran besar/medium di larang masuk kawasan dataran tinggi Dieng. Sebagai alternatif pihak agen perjalanan menyewa/carter Micro Bus tersebut.

Untuk para pendaki yang ingin mendaki gunug Sumbing atau Sindoro,langsung naik micro bus  jurusan Wosobo-Temenggung. Dan buat para pendaki yang ingin mendaki gunung Prau atau berwisata di sekitaran Dieng,langsung naik micro bus jurusan Dieng-Batur.

Solo Backpacker Ke Dieng
Micro Bus Jurusan Dieng-Batur
Solo Backpacker Ke Dieng
Micro Bus Jurusan Temenggung-Wosobo

Jangan sampai salah naik ya ? Soalnya banyak pendaki juga yang masih bingung membedakan Micro Bus jurusan Temenggung dan Micro bus jurusan Dieng-Batur. Cara membedakan nya cukup perhatikan pintu mobilnya aja,kalo yang jurusan Temenggung pada umumnya ada 2 pintu penumpang dan jurusan Dieng-Batur hanya memiliki 1 pintu penumpang. Kalau masih bingung bisa tanya kondekturnya.

Sebenarnya kalau dari arah Jakarta untuk ke Dieng bisa turun di pertigaan (lupa apa saya namanya) bilang saja ke kondektur,minta turun di pertigaan arah Dieng. Tapi kebanyakan para backpacker atau pendaki lebih memilih turun di terminal Mendolo untuk beristirahat dahulu dan mencari tiket pulang untuk ke esokan harinya.

Mencari dan memesan tiket pulang dahulu

Penting !!!!!! Jika berkunjung ke Dieng dengan transportasi umum atau dengan ala backpacker. Sesampainya di terminal Mendolo,langsung mencari tiket pulang untuk ke esokan harinya. Ini penting banget apa lagi kalau saat musim liburan panjang tiba peak seasons akan terasa sulit jika tidak langsung membeli/memesan tiket dari awal. Jangan dadakan……. Sebenarnya bukan hanya untuk ke Dieng saja,tapi semua daerah, sobat harus sebisa mungkin mencari tiket pulang yang di sesuaikan dengan tanggal dan waktu sobat kembali pulang. Ini penting banget terutama buat sobat yang melakukan perjalanan dengan bus umum.

Kalau saya kemarin setibanya di terminal Mendolo,saya langsung duduk manis depan loket agen bus Sinar Jaya. Saya mengantri dengan para pendaki/pelancong/backpacker lain,kebanyakan mereka dari Jakarta-Tanggerang dan Bekasi. Dan benar saja,loket baru saja di buka langsung habis tidak ada seat yang tersisa,untung saja saya masih dapat kebagian tiket jurusan Bogor itu pun saya dapat kursi paling belakang.

Solo Backpacker Ke Dieng
Tiket Pulang Wonosobo-Bogor

“Wonosobo-Bogor seharga 110K,eh dapat air minum 600ml juga. Lumayan biar ada manis-manisnya”

Alhamdulilah tiket sudah di tangan untuk keberangkatan esok hari,sekarang waktunya saya untuk sarapan dan mandi sebelum melanjutkan perjalanan solo backpacker saya ke Dieng.

Wecome to Dieng : Negri di atas Awan

Perut sudah terisi,badan juga sudah jreng-jreng-jreng,sekarang waktunya lanjut ke Dieng. Dieng I’m coming !!!!. Estimasi perjalanan kurang lebih 1 jam 30 menit dan tergantung kondisi di jalan. Saran saya kalau pas mencari micro bus jurusan Dieng,jangan cari yang kosong. Kalau liat pas depan mata ada bus tersebut langsung saja naik. Micro bus ini tidak akan jalan kalau penumpang belum penuh,dalam perjalanan menuju Dieng biasanya bakal 1 bus dengan para pendaki yang mau mendaki ke gunung Prau. Nah moment sepertilah yang bisa dimanfaatkan untuk saling menyapa dan berkenalan,jadi buat yang ingin solo backpacker ke Dieng seperti saya jangan takut kesepian,pasti bakal ketemu yang namanya kenalan baru yang mungkin juga bisa di ajak share informasi. Moment kenalan saya dengan mereka pada waktu itu,mereka semua datang secara rombongan/grup. Dan mereka kebanyakan juga datang dari arah Jabodetabek,mereka juga kaget melihat saya datang sendiri ke Dieng dengan membawa tas ukuran 85L.

BACA JUGA : Solo Backpacker Ke Semarang

“Dari mana bang……???? Ucap mereka. Oh saya dari Bogor.. mank mau kemana,sendiri aja bang…..??? Iya nih sendiri ajah,saya lagi solo backpacker tapi tujuan saya bukan ke Prau melainkan mau ke Sikunir. Kerrrreeennn mantap minta tanda tangannya donk bang !!!! hahahah begitu kata mereka. Saya sih biasa aja bukan hal aneh liburan seorang diri. Sayangnya pertemuan dan perkenalan kita hanya sampai di Patak Banteng. Berpelukaaaannnn!!!!

“Patak Banteng itu jalur favorit untuk mendaki gunung Prau selain jalur lainnya”

Karena tujuan saya ke Sikunir jadi saya harus turun di Dieng dan harus meninggalkan mereka di Patak Banteng hiks hiks hiks. Tanpa terasa akhirnya saya sampai juga di Dieng,untungnya hari itu begitu cerah sekali tidak ada tanda-tanda bakal turun hujan semoga

Kedatangan saya ternyata Dieng sudah ramai sekali,sepertinya tujuan mereka banyak yang akan melewati malam tahun baru di Dieng. Yang bikin saya sedih,mereka datang pada membawa pasangan,sementara saya…..Ah ya sudahlah. Jangan berkecil hati,mereka itu belum pada muhrim uuppppp’sss

Solo Backpacker Ke Dieng
Welcome To Dieng

Ketika sampai di Dieng,jangan lupa mengabadikan moment/gambar tepat di icon Dieng. Sedihnya kalau solo backpacker itu sering kehilangan moment spot cantik seperti ini. Mau selfie-selfie sendiri duh malu banyak orang,sementara minta di fotoin sama orang-orang belum tentu hasilnya memuaskan. Jangan harap dapat foto bagus,yang ada hasilnya mengharukan seperti foto saya di atas

Melihat jam sudah menjelang siang,saya langsung melanjutkan perjalanan saya camping di Telaga Cebong,saya buru-buru karena takut tidak kebagian tempat. Ingat ini malam tahun baru pasti bakal ada ratusan tenda yang berdiri. Tujuan nya pun sama,yaitu menyaksikan langsung matahari terbit pertama 2018 di puncak bukit Sikunir yang sudah mendunia ketenarannya,atau biasa disebut Golden Sunrise Sikunir.

Baca juga cerita lanjutannya : Perjalanan Menuju Dan Camping Di Telaga Cebong

Bagaimana sobat,apakah ingin mencoba solo backpacker ke Dieng. Selagi muda tidak ada salahnya untuk mencoba solo traveling/backpacker biar tahu rasanya bagaimana kita menyesuaikan diri dengan lingkungan keadaan dan situasi atau pun belajar menghadapi situasi-situasi yang tidak terduga sebelumnya.

 

 

54 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *