Camping Cantik Trip Ekonomis Parang Gombong Purwakarta, Sebuah Catatan Perjalanan

Mencari destinasi irit, murah meriah, tempat romantis tanpa takut cicis habis. Itulah yang ada di benak gue dalam menyusun itinerary liburan kali ini. tujuannya, agar bisa dapat 2 trip dengan anggaran yang tersisa. Kebetulan itinerary dibuat untuk libur Natal dan harus membuat itinerary selanjutnya menghadapi libur tahun baru. Mau tidak mau harus meminimalisir anggaran jalan-jalan, terpilihlah untuk Camping Cantik Trip Ekonomis Parang Gombong Purwakarta.

Camping Cantik Parang Gombong
Bidadari Parang Gombong (Dok : Suci)

Parang Gombong adalah sebuah bendungan yang masih satu lokasi dengan waduk Jatiluhur. Tau destinasi tersebut dari hastag Instagram “Explore Purwakarta”. Kebetulan lagi riset tempat wisata di Purwakarta yang akan di kirim ke situs media Travel Online Travelingyuk. Setelah berhasil di riset dan dikirim, terinspirasi juga untuk mencobanya. Lalu gua buat itinerary singkat dan diberi judul Camping Cantik Trip Ekonomis Parang Gombong Purwakarta. 

Sebenarnya bukan hanya camping, masih ada itinerary selanjutnya. Biar lebih mudah dan memanfaatkan waktu tersisa, kita akan Explore Curug Telu, Curug Mahrom dan Curug Jayanti yang kebetulan lokasi masih satu Kecamatan dengan Parang Gombong. Dan dalam perjalanan kali ini, gue mengajak Uci, Maesaroh, Lina, Heri, dan Rahman

Perjalanan Menuju Camping Cantik Parang Gombong Kita ‘Tersasar’

campong cantik parang gombong
Lagi asik menikmati sunrise (Dok : Suci)

Meeting Point di turunan fly over Cileungsi jam 1 siang, dengan penuh keyakinan tiba di lokasi jam 3 sore agar dapat melihat matahari terbenam. Rute yang dilalui Cileungsi-Jonggol-Cariu-Loji-Parang Gombong. Salah gue telat membuka maps, sesampainya di pertigaan Cikalong kita istirahat shalat Ashar sambil belanja logistik. Memulai perjalanan lagi, disitulah gua baru mangaktivkan Maps. Sepertinya tidak tersasar karena belum menyadarinya.

Baca Juga : Camping Cantik Di Bukit Kosakora Gunung Kidul Jogja

Jam 5 sore mulai tersadar, harusnya sudah tiba di lokasi kenapa saat ini masih di jalan. Maps menunjukan masih 29 kilo lagi dengan estimasi waktu sampai jam 6 Magrib. Lahhhhh…..!!! Kok makin jauh padahal masih pakai acuan peta Maps. Tersadar karena tersesat, mau tidak mau terus lanjut karena ????

Membelah Hutan, Jalan Berbatu Dan Melewati Aliran Sungai Sampai Tangan Keram. Perjalanan Menuju Parang Gombong Sungguh Menantang

Camping Cantik Parang Gombong
Melewati aliran sungai (Dok : Pribadi)

Hutan, kita bener-bener menembus hutan. Diluar ekspektasi jika harus melewati jalur ini. Jalan yang dilalui berbatu diperparah menanjak hampir 75 derajat. Beruntungnya kondisi motor saat itu dalam keadaan prima. Bukan hanya jalan bebatuan, kita juga melewati aliran sungai untuk bisa sampai Parang Gombong.

Melihat Maps ternyata masih jauh, masih 20 kilo lagi untuk sampai lokasi. Tak kuat dan sedikit kegok dengan medan yang dilalui. Tiba-tiba tidak bisa menyeimbangkan motor dan gue pun terjatuh? Aaarrrrgggghhhhh, Geeedddeebbuuukkkk !!!!. Untung tidak jatuh ke tepian jurang. Medan terjal dan berbatu membuat tangan gue keram, sampai urat dipersendian jari terlihat menonjol keluar.

Alhamdulillah, Ketemu Jalan Aspal. Perjalanan Menuju Camping Cantik Parang Gombong Di Lanjutkan.

Lagi-lagi kita melewati jalur aliran sungai, sesekali tanya warga lokal berapa lama lagi kita akan sampai lokasi. Dan ternyata masih jauh bisa sampai 1 jam lagi. Melihat jam sudah menjelang magrib, kita putuskan terus jalan dan berhenti jika menemukan perkampungan untuk mencari masjid. Alhamdulillah akhirnya ketemu jalan bagus, senangnya luar biasa setelah hampir 3 jam kita lalui hutan dengan jalan yang berbatu.Ketemu Masjid, kita istirahat shalat Magrib dan menunggu Isya. 

Sesekali gua menanyakan tentang jalur yang baru saja dilalui sebelumnya. Menurut pengakuan warga, jika jalan tersebut belum tersentuh pemerintah. Jalur tersebut memang jalur tembus desa yang membelah perbukitan. Sayangnya gua lupa apa nama kampungnya. informasi tambahan jika aliran air yang dilalui itu merupakan aliran air dari Curug Telu dan Curug Mahrom. Padahal Curug tersebut masuk itinerary yang akan kita eksplor dan ternyata kita sudah melewatinya. Melihat Maps tinggal 7 kilo lagi, perjalanan menuju tempat Camping Cantik Parang Gombong dilanjutkan.

Tiba Di Lokasi, Di Temani Semilir Angin Dan Malam Yang Cerah. Melewati Malam Camping Cantik Parang Gombong Jadi Malam Yang Romantis
Camping Cantik Parang Gombong
Camping Cantik (Dok : Pribadi)

Akhirnya setelah proses perjuangan kita sampai juga di lokasi, total estimasi perjalanan 7 jam. Padahal estimasi jika tidak tersesat cuma butuh 2-3 jam. Lelah yang dirasa, langsung mendirikan tenda. Mencari spot cantik dan masak memasak. Tidak banyak aktivitas yang di lakukan pada malam itu, mungkin karena mereka sudah kelelahan duluan. Menariknya, camping disini kendaraan diizinkan masuk kedalam.

Baca Juga : Camping Cantik Di Curug Puncak Jeruk Geopark Ciletuh

Melewati malam syahdu, cuaca cerah ditemani terang bulan di angkasa dan berharap tidak turun hujan. Setelah masak-memasak, pada tidur terlelap. Agenda selanjutnyanya menunggu pagi sambil menikmati keindahan matahari terbit di Parang Gombong Purwakarta.

Bendungan Parang Gombong, Salah Satu Spot Terbaik Melihat Matahari Terbit Di Purwakarta
campong cantik parang gombong
Menantikan moment matahari terbit (Dok : Pribadi)

Alarm berbunyi, moment yang dinanti tiba. Bukan hanya dari kita saja, pengunjung yang lain juga ikut menantikan moment romantis tersebut. Sebenarnya, matahari terbenam tak kalah indahnya. Sayangnya kita melewatkan moment tersebut. Menantikan matahari terbit kita jadikan sebagai bonus dalam Camping Cantik Trip Ekonomis Parang Gombong Purwakarta.

Harap di ingat lokasinya yang berdekatan dengan air, membuat hawa terasa panas jika sudah jam 9 keatas. Efek dari pantulan sinar matahari tersebut. Waktu terbaik menikmati keindahan Bendungan Parang Gombong adalah saat pagi dan sore hari.

Fasilitas Dan Tiket Masuk Parang Gombong, Murah Bangeeeettt!
Camping Cantik Parang Gombong
Hery & Lina (Dok : Lina)

Fasilitas yang tersedia sudah cukup memadai, seperti toilet dan Musholla. Kantin dan warung juga buka selama 24 jam siap menemani para pengunjung. Jika ingin camping tapi tidak membawa peralatan tak perlu khawatir. Pemuda Karang Taruna menyiapkan berbagai macam alat camping dengan harga yang murah. Tiket masuknya sendiri tidak menguras isi kantong, hanya 10 ribu saja per orang sudah bisa puas menikmati keindahan Bendungan Parang Gombong.

Jangan lupa untuk selalu menjaga kebersihan. Selain tempat camping, disini juga dijadikan tempat mancing. Berbagai macam ikan tersedia. Hasil dari memancing, bisa di jadikan sebagai hidangan makan malam cantik. Jika ingin mengelilingi waduk dengan perahu, gua tidak tahu berapa tarifnya. Yang jelas sudah ada jasa perahu dari para nelayan.

Kembali Pulang, Itinerary Hilang, Camping Cantik Trip Ekonomis Parang Gombong Selesai

Menjelang siang kita putuskan siap-siap dan kembali pulang. Rute yang di lalui jelas tidak ingin melewati rute kemarin. Masih mengandalkan Maps dan informasi dari masyarakat setempat. Melihat mereka seperti sudah trauma dengan jalur kemarin, itinerary selanjutnya di hapus. 

Tidak jadi explore berbagai Curug, kita lanjutkan kembali pulang kerumah. Bener saja, perjalanan kembali pulang hanya memakan waktu tidak lebih dari 3 jam. Berbeda sekali ketika sangat berangkat yang memakan waktu hampir 7 jam. Bisa disimpulkan, kesalahan terjadi ketika mengambil rute Cikalong, harusnya Cariu Babakan. Meskipun tersasar, perjalanan dan Camping Cantik Trip Ekonomis Parang Gombong Purwakarta tetap kita nikmati.

Biaya Pengeluaran Per Orang

Bensin 50K, HTM 10K, Patungan Logistik 20K, Jajan 20K

Bendungan Parang Gombong berlokasi di Kutamanah, Sukasari, Kabupaten Purwakarta.
Jadi bagaimana, tertarik menikmati sisi lain keindahan Waduk Jatilihur. Bisa dengan cara Camping Cantik di Bendungan Parang Gombong loh!












14 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *