Merayakan Tahun Baru Di Dieng Golden Sunrise Sikunir

Bang,akhir tahun mau liburan kemana ? ah,gue mau yang deket-deket saja. Tahun baru di Dieng kayanya boleh juga sambil menikmati matahari terbit pertama 2018. Ikuut donk bang ??? Gak….kita bukan muhrim you know !!!!! Sepertinya mereka pada kecewa sama saya,karena saya lebih memilih melewatkan malam pergantian tahun di Dieng seorang diri.

Malam detik-detik pergantian tahun merupakan malam yang di nanti oleh semua orang terutama buat jiwa kawula muda. Tentunya biar semangat untuk melanjutkan hari-hari di tahun selanjutnya. Semua berlomba-lomba membuat acara yang mungkin saja nanti untuk di pamer di berbagai sosial media. Begitu pun saya sendiri yang memilih menghabiskan malam tahun baru di Dieng namun dengan cara yang berbeda.

Oia ini adalah kelanjutan dari catatan perjalanan solo Backpacker saya ke Dieng beberapa waktu yang lalu. Jika sobat belum membaca bagaimana saya bisa ke sini,silahkan klik : Solo Backpacker Ke Dieng Dengan Bus Umum dan bagaimana saya menghabiskan malam tahun baru di Dieng silahkan klik Melewatkan Malam Pergantian Tahun,Camping Sendirian Di Telaga Cebong

Jika pada episode sebelumnya saya menceritakan pengalaman saya camping sendirian di Telaga Cebong,dan merayakan detik-detik pergantian tahun di Komplek Candi arjuna yang membuat saya sulit melupakan moment indah itu. Kali ini saya akan menceritakan pengalaman saya menyaksikan langsung detik-detik matahari terbit pertama tahun 2018 di puncak bukit Sikunir atau bahasa kerennya Golden Sunrise Sikunir.

Di Dieng ada dua spot terbaik untuk menikmati matahari terbit atau Sunrise. Yang pertama ialah Gunung Prau,namun untuk menikmati Sunrise Gunung Prau harus melewati perjuangan dengan tracking kurang lebih 2 jam bahkan lebih tergantung jalur track yang di ambil.

Baca Juga : Solo Traveling Ke Jogja

Yang ke dua ialah bukit Sikunir, kalau yang ini cocok banget buat para pemula ataupun para lansia hihihi yang ingin menikmati penampakan keindahan matahari terbit tersebut. Karena hanya membutuhkan waktu kurang lebih 45 menit (normal) untuk bisa sampai ke Puncak.

BERAPA SIH ?? TINGGI BUKIT SIKUNIR

Bukit Sikunir Dieng memiliki tinggi 2.463 MDPL. Karena basecamp pendakian bukit Sikunir (Telaga Cebong) berada di dataran tinggi Dieng yang memiliki ketinggian lebih dari 1500 MDPL. Menjadikan perjalanan tracking dari basecamp menuju puncak Sikunir tidak membutuhkan waktu lama.

DIMANA LOKASI BUKIT SIKUNIR

Bukit Sikunir berada di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Pulau Jawa dan merupakan pintu masuk tracking Sikunir. Selain tracking ke Sikunir,di desa ini juga ada Telaga Cebong yang biasa di manfaatkan sebagai tempat camping sebelum Summit Attack ke Puncak Sikunir. Buat yang tidak menyewa homestay,camping di Telaga Cebong adalah pilihan tepat untuk berhemat. Saya sendiri lebih memilih camping di Telaga Cebong dari pada harus keluar budget ekstra untuk menyewa homestay. Bilang saja lagi iriiittt !!!!

BAGAIMANA AKSES MENUJU KESANA ??

Bagi sobat yang terbiasa ala Backpacker,disana tidak ada kendaraan umum. Sobat bisa menyewa motor ataupun bisa naik ojek untuk sampai kesana. Pintar-pintar menawar jika menggunakan jasa ojek ? Kemarin saya di tembak 80 ribu sekali jalan,akhirnya setelah tawar menawar deal 25 ribu sekali jalan.

LEBIH INDAH MANA ?? SUNRISE PRAU ATAU SIKUNIR

 Saya pernah mendaki Gunung Prau 2014 silam dan itu pertama kalinya saya menikmati Sunrise yang amat memukau. Begitu pun Sikunir,saya pernah menikmati Golden Sunrise Sikunir ini tahun 2015 yang lalu. Dan buat saya sendiri jika di bandingkan,Sunrise Gunung Prau lebih indah di bandingkan Sunrise Sikunir. Namun jika bicara kemudahan ? Sunrise Sikunir lebih mudah di daki karena track-nya yang ringan,sudah tersedia jalur yang di buat oleh pengelola dan yang paling utama tanpa perlu membawa peralatan kusus mendaki. Cukup membawa senter,pensil alis,cermin,bedak,air,cemilan dan Camera/HP untuk mengabadikan moment indah tersebut.

MENGEJAR MATAHARI TERBIT SANG PRIMADONA

Ok,segala informasi tentang bukit Sikunir sudah saya jelaskan,karang gantian donk ? boleh yah giliran saya menceritakan perjalanan tracking saya mengejar sang primadona matahari terbit pertama di tahun 2018 puncak bukit Sikunir.

Baca Juga : Solo Backpacker Ke Semarang

Sekembali-nya saya ke tenda setelah menikmati detik-detik malam pergantian tahun di Candi Arjuna. Itinerary saya selanjutnya ialah menantikan detik-detik matahari terbit pertama 2018 di puncak bukit Sikunir. Saya pun menset alarm jam 3 pagi sambil menyiapkan segala peralatan seperti senter,air,cemilan dan kamera. Tak lupa saya mengajak tetangga yang kebetulan menggelar tenda di sebalah kanan,kiri,samping,belakang,atas tenda saya. Kali saja saya mendapatkan partner tracking menuju puncak Sikunir. Namun ketika saya mengedor tenda mereka tak ada satu pun yang menggrubis terikan saya,ya sudahlah mungkin mereka sedang asyik bersemedi dengan pasangannya di dalam tenda sambil mikir keras. Saya pun tertidur dan berharap tidak kesiangan. ! sayang banget kan sudah jauh-jauh dari Jakarta sendirian kesini eh gagal lihat Golden Sunrise Sikunir.

Dinginnya hawa Telaga Cebong yang menusuk dan memasuki ke sela-sela kaos kaki saya yang bolong,justru memberikan sebuah kenikmatan yang membuat saya tertidur lelap. Bahkan alarm yang saya set sebelumnya jutsru gagal membangunkan saya Oh My God !!!!  Beruntung sekali pihak pengelola meneriakan toa dengan tujuan membangunkan semua pengunjung yang ingin menikmati matahari terbit Sikunir agar bersiap-siap dan memberitahukan kalau pintu penjagaan tracking Sikunir telah di buka untuk umum.

Situasi saat itu dari yang hening mendadak ramai,terlihat banyak pengunjung sedang bersiap-siap. Pengunjung dari berbagi sudut mulai berdatangan,terutama para pengunjung yang menyewa homestay. Terlihat padat sekali situasi saat itu. Saya pun tidak mau kalah dengan mereka ? Dalam keadaan tergesa-gesa dan mata belekan tetap tidak menghentikan langkah saya untuk mengejar sang primadona.

BANYAK ENDORSE GUNUNG !!!

Saya harus cepet,saya harus berlari Gooo…Gooo…Goooo… !!!! berburu spot terbaik kalau bisa sampai lebih awal, namun melihat situasi saat itu. Pintu/jalur utama masuk sudah penuh antrian sesak oleh pengunjung. Sambil melihat dari kejauhan Ya ampyuuuunnnn pada mau antri sembako yah !!!! Membludak begitu. Terdengar juga dengan keras dari pos pemantauan,beberapa pihak agen perjalanan Open Trip Meneriakan berkali-kali himbauan jangan sampai terpisah dengan rombongan lain.

Sambil menunggu antrian masuk jalur sepi,saya putuskan membeli secangkir coffe terlebih dahulu,guna untuk menghangatkan badan. Pikir saya,saya akan menyalip dan mengejar mereka,dan tidak usah terburu-buru.

“Backpacker idaman punya rasa bersabar yang sangat di junjung tinggi…..my prinsip”

Terlihat pintu masuk kepadatannya mulai berkurang,tanpa pikir panjang saya langsung mengejar mereka. Eh….bayar dulu kopinya bang !!!!!!!!! Oooiiaaaa lupaaa ?????? Berlari ayo terus berlari,dengan penuh rasa kepercayaan diri yang tangguh saya mengejar dan menyalip mereka. Ternyata kemampuan mereka seperti ini ? mudah sekali menyalip mereka.

tahun baru di dieng
kenangan,sikunir 2015 yang lalu..

Pada pendakian/tracking 2015 yang lalu tidak sepadat sekarang ini. Namun banyak kesama’annya ? yaitu ini gunung apa mall,terlihat dari pernak pernik barang yang mereka bawa atau pakai. Contohnya ? banyak pengunjung yang masih memakai sepatu trendy jenis flath shoes bahkan ada yang masih memakai sepatu jenis high heels.

“Bener kata orang-orang ? mau lihat pendaki hits masa kini dan kekinian lengkap dengan riasan make up yang menggelegarkan jiwa. Ya ke Sikunir saja…banyak ditemukan pendaki cantik”

Eh,bukan saya saja yang ngomong. Rata-rata orang yang pernah mendaki Sikunir terutama yang peka dengan fashion para pengunjung Sikunir pasti akan berpikiran sama seperti saya. Namun ada yang bikin saya kesal saat itu. Pernah mendengar istilah Endorse Gunung,bukan endorse dari brand atau merek/promosi ya,melainkan endorse dari para pengunjung yang saling berpegangan tangan. Contohnya kaya begini : paling banyak endorse yang kaya begini di temukan di jalur pendakian.

“Yank,jangan ambil kiri…awas licin,pelan-pelan ya sayang !!! Aduh yank aku takut…. Kamu pegangin kenapa…..!!!! aku jangan di tinggalin”

Coba bayangkan,ketemu pengunjung/pendaki seperti itu di jalur. Mau gak mau langkah kita terhenti perlahan-lahan. Sementara mereka dengan mesranya tanpa memperdulikan kita yang ingin mendahului mereka Kampreeet kan….!!!!

“Jadi endorse yang saya maksud ialah ??? Sepasang pasangan yang saling menjaga utuh keselamatannya tanpa menghiraukan pengunjung yang lain”

Beberapa kali saya ketemu dengan endorse gunung,dan entah berapa kali saya teriak dari mulut saya Misi mba….!!!! Misi Mas…!!! Guna menyalip mereka. Justru saya di teriak balik oleh mereka seperti ini : Sendirian aja mas,buru-buru amat mas,pasangannya mana mas,mas cowo saya jelek saya sama mas aja,mas mas…Travel Blogger yah !!! hahahaha

Saya tidak memperdulikan mereka,karena tujuan saya kesini bukan melihat kemesraan melainkan berburu sang primadona Sunrise Sikunir. Terkecuali ada yang mengajak kenalan,bobo foto bareng,ataupun tukaran no WA Saya pun siap….

SANG PRIMADONA DI REBUT ORANG !!!!

Tampak penuh kekecewaan yang saya alami ketika saya sampai juga di puncak bukit Sikunir. Spot-spot terbaik sudah ramai di penuhi oleh pengunjung yang lain. Dengan penuh rasa hormat dan legowo saya pun membiarkan mereka merebut sang primadona lebih awal. Akan tetapi saya tetap mencari spot terbaik lainnya hanya untuk sekedar mengabadikan gambar maupun video.

tahun baru di dieng
Ini Gunung apa Pasar siih…

“Dari rumah saya sudah niat untuk membuat video timelapse penampakan matahari terbit/sunrise Sikunir,makanya dari awal saya menyebutnya dengan istilah Sang Primadona..”

Dialah sang primadona yang berhasil saya abadikan. Apa yang saya liat,apa yang saya rasakan,seakan akan membuat saya lupa kalau ini matahari terbit pertama di tahun 2018.

“Amazing…. You’re beutippull….”

Harusnya moment indah ini saya lewati dengan kekasih hati,entah kenapa saya dengan ego yang sangat tinggi justru melewatinya dengan seorang diri. Ketika beberapa tahun yang lalu saya kesini dengan rombongan tapi kali ini dengan penuh rasa percaya diri yang sangat tinggi,saya duduk manis sendiri disini,saya foto-foto sendir disini pokoknya saya bener-bener menikmati pemandangan spektakuler ini.

tahun baru di dieng
Selamat Tahun Baru 2018 form Dieng

“Setiap orang punya cara,gaya yang berbeda-beda dalam setiap perjalanan/liburan kan…..”

Beruntung cuaca saat itu cerah sekali,bahkan saya ketemu dengan pengunjung lain dari Maluku bercerita bahwa ini yang 4 kalinya dia ke Sikunir dan ini pertama kalinya juga dia dapat cuaca cantik seperti itu,jika pada perjalanan sebelumnya ? Dia tidak pernah dapat cuaca bagus dan selalu di bumbui gerimis dan hujan.

tahun baru di dieng
Detik-detik munculnya sang primadona..
tahun baru di dieng
Primadona mulai malu-malu
tahun baru di dieng
aku di antara ribuan pasang mata lainya

Dengan begitu itinerary utama saya selesai,puas menikmati matahari terbit/Golden Sunrise Sikunir,saya putuskan langsung turun,saya tahu kondisi saat itu lagi ramai-ramainya. Kemungkinan jika saya berlama-lama disni yang di takutkan ketika nanti saya turun akan berjumpa dengan endorse gunung yang menyebalkan

tahun baru di dieng
Suasana saat itu..

Dan bener saja ??? tuh kan ketemu lagi,ya sudahlah saya pilih jalur lain yang melintasi semak belukar yang merupakan bukan jalur track yang di sediakan pengelola. Estimasi saya turun dan berlari kurang lebih 15 menit dari puncak Sikunir sampai ke tenda tempat saya camping Ngebut broooww…

MENINGGALKAN SANG PRIMADONA !!!

Saya masih punya agenda lain yaitu wisata kuliner khas Dieng. Apa lagi kalau bukan Mie Ongklok dan berburu oleh-oleh khas yang konon katanya buah ini hanya tumbuh di dataran tinggi Dieng. Yupz betul banget Carica nama buahnya,lebih tepatnya manisan Carica.

tahun baru di Dieng
Lagi nyari…tenda saya mana yaah,kok gak keliatan !!!

“Bye bye Sang Primadona,kelak saya akan datang kembali kesini tidak sendiri,melainkan membawa anak dan istri,dan saya akan menjadi Endorse Gunung untuk keluarga kecil saya hahahahah”

BANG ??? FASILITAS APA SAJA YANG ADA DI SUKINIR !!!

Buat sobat para Backpacker/Traveler muslim,di puncak bukit Sikunir jangan khawatir untuk menunaikan Shalat Subuh. Karena pengelola sudah menyediakan mushola untuk menunaikan ibadah shalat subuh termasuk toilet.

TERUS,KAPAN WAKTU TERBAIK UNTUK MENIKMATI GOLDEN SUNRISE SIKUNIR !!!

Waktu terbaik untuk datang kesini ialah saat musim kemarau tiba,dan kalau bisa jangan di musim penghujan. Kalau saat musim penghujan,jalur berubah jadi licin dan belum tentu juga dapat sunrise terbaik. Banyak pengunjung yang bercerita terkadang munculnya Sunrsise Sikunir tidak sesuai dengan yang di harapkan,semua karena  factor cuaca.

TIKET MASUKNYA BANG !!!!

Murah hanya 10 ribu saja per orang,sudah termasuk tiket Telaga Cebong,dan buat yang mau camping akan di kenakan biaya 10 ribu pertenda untuk perawatan dan kebersihan.

MINTA TIPS-TIPSNYA DONG BANG…!!!

Tipsnya satu,dengarin baik-baik kalau perlu catet !!! terutama buat yang membawa pasangan hahahaha.

“Jangan jadi endorse gunung,kasih kesempatan buat pengunjung lain yang ingin mendahului…!!! Dan yang paling utama, Jangan buang sampah sembarangan”

Dan bawa peralatan yang wajib. Seperti senter,sandal/sepatu gunung,jas hujan takut kalau hujan Air minum,mukena buat yang muslim dan alat dokumentasi.

Oke Bang….. sepertinya saya tertarik mencoba merayakan tahun baru di Dieng Golden Sunrise Sikunir di tahun 2463 nanti

Whatever lah,pokoknya Dieng rekomendasi terbaik untuk liburan akhir pekan atau pun akhir tahun buat yang ingin berhemat. Bagaimana ? Apakah tertarik untuk mengunjunginya Dieng.

 

 

27 Comments

Add a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *