Kawah Ratu Via Cidahu, Tracking Asik Bersama Backpacker Nusantara

kawah_ratu_via_cidahu.jpg

Ini adalah lanjutan cerita catatan perjalanan dari Camping Ground Cidahu bersama Backpacker Nusantara. Singkat cerita, pagi itu dengan penuh rasa semangat secangkir kopi mengawali pagi. Kabut tipis yang menyelimuti hutan pinus di area kami camping begitu terlihat dramatis. Ditambah bias sinar matahari yang memantulkan cahayanya, suasana berubah menjadi romantis. Tapi sayang, matahari terbit yang muncul dari sini kurang menarik dan biasa saja. Yasudah!! Tujuan utama kita kesini bukan hanya untuk berburu sunrise.

Terasa malas jelas jika sudah di dalam tenda. Rasanya nanti saja, masih rindu pelukan hangat sleeping bag semalam. Tapi, masih ada itenerary selanjutnya. Iya, kita akan tracking Kawah Ratu Via Cidahu. Info yang aku dapat estimasi normal kurang lebih 2,5 jam perjalan.

Kawah Ratu Via Cidahu Ada 2 Jalur, Jalur Lama Dan Jalur Baru

kawah_ratu_via_cidahu.jpg
Pict By @zoetami

Semua bersiap waktunya berangkat. Jam 8 pagi tracking dimulai dan kebanyakan pesertanya ialah pendaki pemula. Selama perjalanan sebelum pintu masuk pendakian, banyak melewati lokasi camping ground. Jalannya masih beraspal hingga memasuki pintu masuk Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Cukup jauh lumayan kurang lebih 500 meter dari pos kami camping sampai ke gerbang pendakian. Kawah Ratu via Cidahu ada 2 jalur, biasa disebut jalur lama dan jalur baru. Karena minimnya informasi yang di dapat, kita putuskan mencoba jalur baru.

Baca Juga : Camping Cantik Di Taman Wisata Alam Posong, Catatan Perjalanan

Kawah Ratu Via Cidahu, Jalur Baru Bikin Dengkul Mengkerut

kawah_ratu_via_cidahu.jpg
Pict By @rumilagi

Tidak jauh dari gerbang pendakian, disebelah kiri ada pagar pembatas yang memisahkan. Masih kurang begitu paham fungsi dari pagar itu apa. Pagar itu membatasi jalur pendakian, kiri hutan dan banyak tanjakan sementara kanan jalan beraspal yang membuat kita bertanya-tanya itu berakhir dimana?

Tanjakan dan rintangan perlahan-lahan bisa mengatasinya. Buat ku, ini masih tergolong ringan karena memang sudah terbiasa dengan kondisi track seperti ini. Namun buat mereka, aku hanya tertawa dalam hati sambil membayangkan ‘Untung gak pakai Caril’

Vegetasi jalur baru masih sangat alami dan rimbun. Banyak melewati jalur air yang kondisinya sedikit kering. Tanjakan juga tidak ada habisnya. Jika musim hujan kondisi tracknya pasti lembab dan licin, pantas saja jika Gunung Salak terkenal dengan jalur pacet. Meskipun buat dengkul mengkerut, semangat untuk sampai Kawah Ratu Via Cidahu masih berapi-api.

Baca Juga : Camping Di Pantai Sanglen, Masih Sepi Kamu Harus Coba

Kawah Ratu Via Cidahu, Jalur Baru Serasa Masih Perawan

kawah_ratu_via_cidahu.jpg
Pict By @zoetami

Sangat berbeda dengan jalur pendakian gunung pada umumnya, jalur baru ini serasa masih perawan. Maksudnya, sama sekali tidak menemukan warung atau pedangan. Entah memang tidak di izinkan atau bukan musim pendakian. Berbeda dengan pendakian Gunung Gede via Putri, dimana setiap posnya ada saja warung yang siap menemani pendaki.

Kawah Ratu Via Cidahu, 3 Jam Dibayar Tuntas

kawah_ratu_via_cidahu.jpg
Pict By @zoetami

Setelah 2 jam sampai juga di pos terkahir, pos tersebut merupakan cabang menuju puncak Gunung Salak dan Kawah Ratu via Cidahu. Pos ini juga pertemuan dari jalur lama dan jalur baru. Tidak terlalu luas, cukup menampung 10 tenda. Banyak juga pendaki yang menjadikan pos ini sebelum summit attack menuju puncak Gunung Salak.

Masih 1 jam lagi menuju Kawah Ratu atau sekitar 3 kilo. Tracknya lebih banyak bonus, beberapa kali pula melewati jalur air dengan kondisi air yang masih sangat segar. Hingga akhirnya yes!!! Sampai juga di Kawah Ratu dengan estimasi 3 jam via Cidahu.

Profil Kawah Ratu Gunung Salak

kawah_ratu_via_cidahu.jpg
Pict By @rumilagi

Kawah ratu ini terbentuk dari erupsi dahsyat yang pernah dialami oleh Gunung salak. Erupsi ini memang tidak sebesar Gunung tambora, atau Gunung Anak Krakatau. Tetapi, efeknya mampu membuat kawah ratu yang tampak indah. Pesonanya mampu membuat mata enggan untuk berkedip sedikit pun.

Letak Kawah ratu sendiri tepatnya berada di Perut Gunung Salak yang mempunyai ketinggian puncak 2.221 mdpl. Bisa dibilang kawah ratu ini adalah pos terakhir sebelum masuk ke puncak 1 (2.221 mdpl) atau puncak 2 (2.180). Nah, konon katanya di puncak 2 inilah pusat keangkeran Gunung Salak. (Source : nativeindonesia.com)

Disarankan jangan berlama-lama bermain disini, gas belerang yang dihirup bisa mengganggu pernapasan. Alangkah baiknya mempersiapkan masker untuk menghindari kejadian yang tidak diinginkan. Waktu terbaik mengunjunginya ialah pagi hari.

Sisi lain keunikan Kawah Ratu ialah suara gas/uap/belerang yang keluar ke udara, seperti suara pesawat jet. Keras sangat keras dan bising terlebih jika mendekatinya lebih dekat. Mungkin prinsipnya seperti ini, semakin kecil lubangnya semakin keras suara yang dikeluarkan. Hmmm seperti proses pembuatan kue putu ayu.

Baca Juga : Pendakian Gunung Gede Karena Rindu

Kembali Ke Basecamp, Dari Kawah Ratu Lewat Jalur Lama

kawah_ratu_via_cidahu.jpg
Pict By @zoetami

Kapok, iya kapok yang dirasakan dan tidak ingin kembali melewati jalur baru. Kita putuskan turun melalui jalur lama. Infonya medan yang dilewati tidak terlalu sulit dan sangat bersahabat. Bahkan mayoritas pendaki yang kita temui menyarankan untuk melalui jalur lama.

Wow bener saja baru setengah perjalanan sudah merasakan jika track jalur lama sangat berbeda dengan jalur baru. Tidak ditemukan rintangan yang begitu berarti. Kondisi track sangat kering jelas berbeda dengan jalur baru yang begitu lembab. Pantas saja, di jalur lama ini tidak melawati aliran air.

Langkah demi langkah berharap cepat sampai basecamp. Ada yang berlari, ada pula dengan keteguhan hatinya berjalan santai. Di bayangan kita, agar dipertemukan dengan warung makan. Haus dahaga dan perut yang mulai terasa lapar ingin sekali minta di manja.

Kawah Ratu via Cidahu antara jalur lama dan jalur baru aku mulai menyadarinya kenapa ada pagar pembatas yang memisahkan. Pikirku, mungkin jalur lama ini berada di area Javana Spa Resort. Mungkin juga jalur lama ini di prioritaskan untuk para pengunjung Javana Spa Resort yang ingin tracking ke Kawah Ratu. Selain pagar pembatas, perbedaan itu jelas terasa ketika melewati depan kantor Javana Spa Resort. Bahkan gerbang masuknya ditutup portal.

1,5 jam kurang lebih akhirnya traking selesai. Tak jauh dari gerbang pendakin jalur baru, ada warung makan lumayan besar. Disana kita putuskan istirahat makan sambil menunggu peserta lain yang masih di belakang. Setelah semua berkumpul, perut juga sudah terisi, saatnya kembali ke basecamp Cidahu Camping Ground dan bersiap untuk perpisahan.

Terima kasih untuk semua kawan-kawan Backpacker Nusantara. Kawah Ratu via Cidahu buat yang ingin mencobanya. Lewat jalur lama yaaaa!!!

One thought on “Kawah Ratu Via Cidahu, Tracking Asik Bersama Backpacker Nusantara

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *