Ke Semarang Ala Backpacker

Ke Semarang Ala Backpacker

Yeah sekian lama hampir 2 bulan nyusun itinerary trip Semarang 14-15-17 April 2017 akhirnya berangkat juga. Ke Semarang Ala Backpacker

Berikut Itinerary Ke Semarang ala Backpacker

  1. Kota Lama
  2. Lawang Sewu
  3. Alun alun Simpang Lima
  4. Candi Gedong Songo
  5. Museum Kreta Ambarawa

Sebelum berangkat saya biasa mencari informasi lebih dalam tentang Wisata Semarang. Tergabunglah saya dengan group FB yang bernama BACKPACKER JOGLOSEMAR (JOGJA,SOLO,SEMARANG). 

Kebetulan saya sedang mencari penginapan murah di Semarang,dari forum itu saya di tawari untuk mengikuti acara Ulang Tahun Backpacker Nusantara Joglosemar yang ke2. Pas banget kedatangan saya sesuai dengan agenda acara teman teman Backpacker Nusantara Joglosemar yang mau merayakan hari jadi yang ke2 mereka di Bantir Hills. Tanpa pikir panjang saya pun tertarik.

 

Ke Semarang Ala Backpacker

2 nd Aniversary BN Joglosemar

Dari pada sewa penginapan mending ikut acara mereka biar lebih irit.

Perjalanan Solo Backpacker Semarang saya di mulai start dari St Pasar Senen Jakarta. Dengan harga tiket 120k yang sudah saya boking 1 bulan sebelumnya dengan nama kereta Tawang Jaya jurusan Psr Senen-Semarang Poncol. Tepat jam 23.00 kereta pun melaju dan ini pertama kalinya saya solo backpacker ke Semarang menggunakan transportasi kereta. Selama perjalanan kelas Ekonomi AC yang saya tumpangi dingin nya luar biasa,walaupun kelas Ekonomi tapi AC yang saya rasakan membuat saya mengigil hingga beberapa kali saya keluar masuk toilet buat buang air kecil.

Sepertinya saya masuk angin !!!

Sabtu,15/04/2017 Ke Semarang Ala Backpacker

Tepat jam 06.15 pagi sampai juga di St Semarang Poncol.

Selamat pagi Semarang ???? Solo Backpacker Ke Semarang di mulai pagi ini.

Turun dari kereta saya putuskan mencari toilet. Sedihnya toilet Stasiun sudah penuh oleh penumpang yang baru turun sama seperti saya. Dan saya putuskan buat keluar Stasiun dan mencari toilet umum semisal pom bensin terdekat.

Ya Allah dah gak kuat lagi menahan ingin B.A.B.

Gak tau sudah berapa lama saya berjalan tapi tidak menemukan Pom Bensin terdekat dan akhirnya.

Byuuurr suara prepet pet pet saya boker di celana atau bahasa gaulnya “Cepirit”.

Tenang tenang harus tenang dalam situasi sulit seperti ini dan saya ihklaskan kejadian tersebut.

Efek terlalu lama kena AC kereta yang membuat saya seperti ini.. Memalukan..????

Sambil menahan dan akhirnya saya menemukan sebuah mesjid dengan semangat saya langsung bersih bersih. Kebetulan situasi saat itu jam 7.30 pagi di masjid tidak ada siapa siapa cuma saya sendiri. Dan hampir saja ketika saya baru keluar dari WC masjid tersebut, Gerbang Masjid mau di kunci/gembok oleh penjaga masjid.

Jika saya berlama lama di WC gak bisa kebayang apa yang akan terjadi selanjutnya mungkin saya bisa mati gaya. Bisa masuk gak bisa keluar.

Untung saja timing saya pas,jadi saya tidak tergembok di halaman masjid. Saat itulah saya juga menanyakan penjaga masjid arah atau rute menuju Kota Lama dan si penjaga Masjid dengan baik hati memberika petunjuk menuju arah Kota Lama Semarang.

Ke Semarang Ala Backpacker

Depan Gereja Beleduk Kota Lama

 

Ternyata Kota Lama Semarang Beda jauh dengan Kota Tua Jakarta. Bedanya Kota Lama Semarang merupakan jalanan umum sangat berbeda dengan Kota Tua Jakarta.

Sambil duduk manis minum kopi di trotoar jalan Kota Lama. Saya tetap berkomunikasi dengan Mbak Jati yang merupakan salah satu panitia Camping Ceria acara tersebut.

Terima kasih Mbak Jati, atas Informasi rute transportasi perjalanan hari pertama saya di Semarang.

Dari Kota Lama saya melanjutkan perjalanan ke Lawang Sewu. Menurut saran Mba Jati, Saya di sarankan menggunakan BRT (Bus Rapid Transit) atau biasa di sebut Trans Semarang dan minta turun di Halte Balai Kota, dengan tarif 3500 saya pun mencoba salah satu transportasi favorit warga Semarang ini.

 

 

Ke Semarang Ala Backpacker

Bus Trans Semarang

 

Sesampainya di Halte Balai Kota info dari Mba Jati saya harus jalan sedikit menuju pintu masuk Lawang Sewu. Perjalanan saya menuju Lawang Sewu dari Halte Balai Kota berjalan kaki tepatnya ternyata Kota Semarang begitu rapih dan tertib tidak ada pedagang kaki lima. Begitupun banyak tempat duduk atau kursi untuk bersantai di sepanjang trotoar dari Balai Kota menuju Lawang Sewu. Dengan HTM 10k saya masuk mencoba telusuri museum Lawang Sewu Semarang

 

Solo Backpacker Ke Semarang Bersama Backpacker Joglosemar

Di Dalam Museum Lawang Sewu

Solo Backpacker Ke Semarang Bersama Backpacker Joglosemar

Selfie dikit ah….

Ternyata Lawang Sewu tidak seseram apa yang orang katakan. Oh.. mungkin saya datang kesini di siang hari jadi tidak mendapatkan kesan mistis.

Dari Lawang Sewu saya memutuskan untuk kuliner di alun alun Simpang Lima. Melihat di Maps jarak antara Lawang Sewu menuju Simpang Lima tidak terlalu jauh saya mau berjalan kaki saja.

Berjalan kaki saja biar keliatan Wibawanya..

Menurut Mba Jati kalo jalan kaki bisa gempor dan menyarankan naik BRT saja. Tapi saya mau mencoba transportasi umum/angkot menuju Simpang Lima.

Ke Semarang Ala Backpacker

Alun alun Simpang Lima Semarang

Sesampainya di Alun Alun Simpang Lima tujuan utamanya buat mencari makan/kuliner. Tapi kok masih pada tutup dan akhirnya saya cuma mendapatkan Bubur Ayam buat sarapan.

”Ternyata Semarang Panasnya luar biasa…”

Sehabis makan saya putuskan untuk ngadem sejenak melepas lelah sambil menikmati lalu lintas kota Semarang.Perjalanan di lanjutkan menuju Pasar Sumowono.

”Pasar Sumowono ialah tempat meeting point buat peserta yang mengikuti acara Camping Ceria @Bantir Hills”.

 

Baca Juga : Solo Traveling Ke Dieng

Dari Simpang Lima saya kembali menggunakan tranportasi BRT/Trans Semarang menuju P.Sumowono,tapi menurut info Mba Jati,menuju Sumowono saya harus transit/turun di Terminal Unggaran/Sisemut. Selama perjalanan dengan BRT kebetulan ada 2 orang bule dari Kanada yang mengajak saya ngobrol dan ternyata kita sama sama sedang Backpackeran mereka menuju Banyumanik sedangkan saya menuju Terminal Unggaran,sayangnya kesempatan ngobrol dengan mereka cuma sebentar dan mereka turun terlebih dahulu.

”Enak ya cuma 3500 naik BRT bisa keliling Semarang sampe Mabok”

Sesampainya di terminal Unggaran/sisemut kebutulan saya melihat banyak agen bus jurusan Jakarta.  Kesempatan emas buat saya untuk mencari tiket pulang.

”Alhamdulilah dapat tiket pulang Bus Sinar Jaya melalui Terminal Unggaran.”

Padahal itinerary saya untuk kembali pulang ke Jakarta saya berencana untuk naik dari terminal Terboyo,tapi ketika saya melihat peta ternyata jauh pakai banget jika saya memutuskan kembali pulang ke Jakarta dari terminal Terboyo. Dari terminal Unggaran,Mbak Jati menyarankan saya untuk menyambung mini bus menuju Ambarawa.

”Sempat bingung juga mini bus,kalo di kota saya ini disebut Helf,mungkin buat orang Semarang mereka lebih menyebutnya dengan Mini Bus”.

Sambil menanyakan ke penduduk sekitar dan benar saja Mini Bus yang Mba Jati maksud ialah Helf yang saya maksud juga demikian. Info dari Mbak Jati saya naik Mini Bus dan minta turun di Paulin, ketika saya tanya orang orang. Mereka tidak ada yang tau apa itu Paulin. Mereka cuma menyarankan saya menuju Bawen.

Ok,saya naik Mini Bus menuju Paulin dan untungnya,sang sopir tau apa itu Paulin dan ternyata.

”Paulin itu Toko Roti. Pertigaan antara menuju Ambarawa dan Sumowono”

Dari Pauling menuju Pasar Sumowono saya menyambung Mini Bus/Helf dari informasi Mba Jati saya minta turun di sub terminal Sumowono. Perjalanan menuju Pasar Sumowono ada peristiwa yang menarik buat saya. Ketika posisi saya sudah di dalam angkot tersebut, posisi sudah mulai penuh posisi saya duduk tepat di belakang supir, angkot pun mulai penuh dan akhirnya penuh tapi sopir malah masih ngetem. Saya pun cuma bisa bersabar nih angkot kapan jalannya, dan akhirnya angkot pun jalan menuju Sumowono, dalam perjalanan di tiap gang atau perempatan si supir angkot masih saja ngetam. Yang buat saya salut semua penumpang tetap memberikan celah buat penumpang lain masuk. Rata rata penumpangnya Mbah Mbah yang lanjut usia dan hanya saya penumpanh paling muda,Dalam perjalanan supir angkot tetap menarik penumpang hingga pada bergelantungan.

”Yang bergelantungan di pintu angkot ialah Mbah mbah/Nenek nenek yang bagi saya mereka ialah lansia perkasa. Peristiwa ini saya jarang bahkan tidak pernah saya liat di Ibu Kota. Kaum Lansia bergelantungan di Angkot. Saluut buat warga Ambarawa”

Saya pun mencoba mengalah biar saya saja yang bergelantungan di angkot, namun apa daya buat bergerak aja sudah susah apa lagi berdiri. Akhirnya tiba juga di Meeting Point Pasar Sumowono tepatnya di dalam terminal Sub Sumowono,dan kedatangan saya sudah di nantikan oleh peserta lain yang datang lebih awal.

Ke Semarang Ala Backpacker

The Big Team

Ke Semarang Ala Backpacker

 

Dari tempat Meeting Point rombongan di antar menuju Bantir Hills menggunakan sepeda motor, oia saya belum memperkenalkan apa itu Bantir Hills, dari info yang saya dapat Bantir Hills ialah wisata baru di sekitaran Bendungan-Ambarawa-Sumowono yang merupakan dataran bukit,hutan,pemandangan yang cocok buat liburan,bisa hammcok,camping dll semoga info yang berikan tidak salah.

Sampai juga di pintu masuk/seketariat Bantir Hilss. Langsung menuju titik tempat untuk mendirikan tenda.

 

Ke Semarang Ala Backpacker

Selfie bareng anaknya mba Jati

Bahu membahu membuat tenda hingga menjelang malam acara utama ialah Baca Doa,Api Unggun,perkenalan masing masing dari kota atau daerah mana berasal lalu potong tumpeng dan makan makan.

Ke Semarang Ala Backpacker

The Big Fam BN Joglosemar

Ke Semarang Ala Backpacker

 

Selamat ulang tahun Backpacker Nusantara Joglosemar yang ke2,Semoga kedepannya makin solid dan anggotanya makin bertambah. Aminnn

Menjelang malam saya putuskan tidur lebih awal mengingat seharian full saya belum kenal Bantal.

Minggu 16/04/2017,Ke Semarang Ala Backpacker

Pagi hari pun saya belum bisa move on dari tenda, lagi dan lagi Vertigo saya kambuh, sementara temen temen di luar sedang asik bermain games dari tuker kado dll. Saya hanya duduk manis di dalam tenda sambil menggu semua acara selesai dan bubar. Setelah semua acara selesai,saya pun diantar oleh salah satu member Backpacker Nusantara Joglosemar sampai terminal Unggaran. Saya pun kembali pulang ke Jakarta dan sampai rumah dengan selamat,thanks teman teman Backpacker Nusantara Joglosemar.Ke Semarang Ala Backpacker kali ini sukses.